MALANG, NAGi. Pemerintah Kabupaten Malang, tahun 2011 termasuk Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2011, sebagian besar dana terkonsentrasi perbaikan jalan mencapai 65 persen untuk Malang Selatan sebesar Rp 8,4 miliar. Kebanyakan daerah pinggiran menuju ke Malang Selatan yang rusak berat, sehingga Bina Marga Kabupaten Malang akan segera memperbaiki. Selain itu, dana perbaikan akan dilaksanakan di daerah-daerah yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Malang.
Hal ini, dikemukakan Kepala Bina Marga Kabupaten Malang, Ir Mochamad Anwar, di ruang kerjanya, baru-baru ini. Kini sedang mempersiapkan menyangkut perbaikan jalan di Malang Selatan. “Daerah yang akan diperbaiki adalah Kecamatan Ampelgading ada kerusakan 32 ruas jalan dengan menghabiskan biaya sebesar Rp 4,3 miliar, sedangkan di Kecamatan Pagak perbaikan terhadap 21 ruas jalan sebesar Rp 4,1 miliar,” jelas Anwar, selain perbaikan jalan, juga drainase dan got-got sebagai pembuangan air dari badan jalan.
Dikatakan Anwar, selain dua kecamatan itu, Bina Marga juga memperhatikan perbaikan jalan untuk daerah perbatasan dan beberapa kawasan strategis. “Daerah perbatasan itu, antara lain perbatasan Tegalgondo Kecamatan Dau, juga di Karangploso yang berbatasan dengan Kota Batu. Selain itu, perbaikan jalan di perbatasan Desa Giripuro, Kecamatan Karangploso dengan kawasan Pendem Kota Batu,” ungkap Anwar, pihak Bina Marga juga membuat jalan tikungan Desa Ngenep dan Desa Kepuh Harjo, Kecamatan Karang Ploso.
Sedangkan kecamatan lain yang belum biasa diperbaiki jalannya, menurut Anwar akan dimasukkan dalam tahun anggaran 2012. “Kami akan memperhatikan semua lini atau ruas jalan di kecamatan-kecamatan, dan desa-desa sebagai sentra produksi. Jadi, desa-desa penghasilan kami prioriotas untuk membangun jalan atau memperbaiki dengan kondisi keuangan daerah,” ujar Anwar, tetapi di kawasan perkebunan tebu, jalan-jalan itu kebanyakan rusak berat, karena tonase truk pengangkut lebih dari kemampuan/daya pikul jalan, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika untuk membatasi truk pengangkutan tebu . (bala/faby)
Selasa, 01 November 2011
Warga Pandensari, Kecamatan Pujuon Dapat Bantuan Bank Jatim Rp 150 Juta
MALANG, NAGi. Bank Jawa Timur (Bank Jatim), membantu dan sebesar Rp 150 juta kepada masyarakat Dusun Pandensari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang untuk pipanisasi saluran air bersih. Bantuan ini, diserahkan Direktur Agribisnis dan Usaha Syariah, Partono kepada Bupati Malang, H Rendra Kresna dan diteruskan kepada Kepala Desa Pandesari, Lukman Hakim.
Bank Jatim menyerahkan bantuan dari program Corporate Social Responcibility (CSR) dari pendapatan bank, untuk masyarakat setempat, yang dihadiri Muspika Pujon, Kepala Desa di wilayah Kecamatan Pujon, serta tokoh masyarakat dan anggota masyarakat. Proyek pipanisasi sepanjang 14 kilo meter dari Coban Manten telah memiliki dana Rp 348 juta, diantaranya Rp 198 juta merupakan swadaya masyarakat setempat.
Partono berharap bantuan pipanisasi saluran air bersih ini, bisa memberikan manfaat untuk penyediaan air bersih yang sangat dibutuhkan masyarakat. “Bantuan ini, diberikan sebagai wujud kepedulian Bank Jatim terhadap kepentingan dan peran serta dalam pembangunan masyarakat di lingkungan eksternal perusahaan,” kata Partono, dana CRS adalah hasil pendapatan/laba dari perusahaan yang sebagian diberikan kembali kepada masyarakat dalam bentuk bantuan sosial.
Dikatakan Partono, total CSR Bank Jatim untuk seluruh wilayah Provinsi Jawa Timur sebesar Rp 15 miliar, sedangkan untuk Kabupaten Malang diwujudkan untuk pipanisasi di Pandensari, dan membantu renovasi tempat ibadah di Kecamatan Wajak.
Bupati Rendra, juga berharap masyarakat mampu merawat dan menjaga pipa-pipa ini, sehingga bias lebih awet dan tahan lama. Selain itu, dengan program pipanisasi diharapkan tetap dilakukan bantuan dari Bank Jatim di Kabupaten Malang, namun bergerak kea rah Malang Selatan yang biasanya juga mengalami kesulitan air bersih. (hms/kiki)
Bank Jatim menyerahkan bantuan dari program Corporate Social Responcibility (CSR) dari pendapatan bank, untuk masyarakat setempat, yang dihadiri Muspika Pujon, Kepala Desa di wilayah Kecamatan Pujon, serta tokoh masyarakat dan anggota masyarakat. Proyek pipanisasi sepanjang 14 kilo meter dari Coban Manten telah memiliki dana Rp 348 juta, diantaranya Rp 198 juta merupakan swadaya masyarakat setempat.
Partono berharap bantuan pipanisasi saluran air bersih ini, bisa memberikan manfaat untuk penyediaan air bersih yang sangat dibutuhkan masyarakat. “Bantuan ini, diberikan sebagai wujud kepedulian Bank Jatim terhadap kepentingan dan peran serta dalam pembangunan masyarakat di lingkungan eksternal perusahaan,” kata Partono, dana CRS adalah hasil pendapatan/laba dari perusahaan yang sebagian diberikan kembali kepada masyarakat dalam bentuk bantuan sosial.
Dikatakan Partono, total CSR Bank Jatim untuk seluruh wilayah Provinsi Jawa Timur sebesar Rp 15 miliar, sedangkan untuk Kabupaten Malang diwujudkan untuk pipanisasi di Pandensari, dan membantu renovasi tempat ibadah di Kecamatan Wajak.
Bupati Rendra, juga berharap masyarakat mampu merawat dan menjaga pipa-pipa ini, sehingga bias lebih awet dan tahan lama. Selain itu, dengan program pipanisasi diharapkan tetap dilakukan bantuan dari Bank Jatim di Kabupaten Malang, namun bergerak kea rah Malang Selatan yang biasanya juga mengalami kesulitan air bersih. (hms/kiki)
Langganan:
Postingan (Atom)